Senin, 18 Januari 2010

Setiadji Yudho pemilik 3 Hotel Short Time Surabaya

Hotel V3 Tambak Bayan, Short Time Kelas Menengah -Atas
Reputasi sebagai pemilik hotel ‘mesum’ yang melekat pada Setiadji Yudho, tak menghentikan langkahnya membangun hotel serupa. Baru-baru ini dia membangun dua hotel cukup mewah di Surabaya, yakni Hotel Veni Vidi Vici (V3) dan Oval.

Tim SP, SURABAYA

Setelah Hotel Pasar Besar yang melegenda sebagai hotel mesum pertama di Surabaya, berturut-turut dia membangun hotel yang sejenis. Mulai dari hotel Puspa Asri di jalan Kenjeran hingga yang paling baru, Hotel V3 yang terletak di Jl Tambak Bayan Tengah Surabaya.

Hotel berlantai empat yang sengaja dibangun tersembunyi karena terletak di tengah-tengah perkampungan padat penduduk ini. Operasional sehari-hari juga tak jauh beda dengan hotel-hotel pendahulunya, yakni Pasar Besar dan Puspa Asri.

Bahkan, hotel V3 ini kelasnya lebih tinggi dibanding dua hotel lainnya. Dari sisi layanan, ibarat rumus, Hotel bintang tiga inipun juga menyediakan layanan short time bagi pelangganya. Setiadji membangun hotel ini sendiri sepertinya dimaksudkan untuk melayani pelangganya dari kalangan menengah ke atas. Sebab untuk segmen pelanggaan kelas bawah dan menengah sudah terlayani di di Pasar Besar dan Puspa Asri.

Tarif di Hotel V3 ini sendiri paling murah Rp 275.000. Sementara yang paling mahal Rp 400.000. Dari keterangan sejumlah karyawan hotel ini, hampir setiap hari pelanggan datang menginap di hotel ini. “Kebanyakan memang rombongan. Tapi banyak juga tamu-tamu yang hanya check in sebentar, Mas,” ujar salah satu karyawan bagian catering saat berbincang dengan Surabaya Pagi.

Saat ditanya apakah di hotel ini juga melayani short time atau istilah halusnya di bidang perhotelan adalah layanan transit, karyawan yang sudah bekerja sekitar enam bulan di hotel ini menganggukan kepala. “Biasanya hari sabtu dan minggu yang paling ramai,” jelas dia.

Tapi karyawan ini menyatakan jika dibandingkan dengan hotel Pasar Besar yang terletak persis di depan hotel V3 ini, hotel Pasar Besar lebih ramai. “Ya karena mungkin tarifnya jauh lebih murah. Kalau di sini kan jelas jauh perbedaanya. Tapi lumayan juga kok yang menginap hanya sebentar tidak sampai sehari,” ujarnya.

Ditanya berapa tarif short time-nya, pemuda ini tidak bisa memastikan. Sebab yang tahu hanya bagian resepsionis hotel. ‘’Kalau pastinya tidak tahu, sebab tamu yang ingin menginap beberapa jam saja bisa nego kalau soal tarif,’’ katanya.

Hotel V3 ini sendiri dibangun Setiadji Yudho sekitar sembilan bulan yang lalu. Tiap lantai terdapat 54 kamar. Hotel ini berdiri megah di tengah perkampungan padat penduduk yang notabene kelas menengah ke bawah dengan empat lantai. Halamannyapun juga cukup luas. Terutama di samping kiri hotel.

Saat hotel V3 dioperasikan, Setiadji berhasil menguasai lahan di sebelah barat hotel dengan batas-batas eks rumah Jl. Tambak Bayan Tengah nomor 2,4,6,16, 20, 35, 37, 39, 41, dan 43. Rumah di RT 5 yang dihuni lebih dari 15 KK itu dilepas pemiliknya dengan uang tali asih (menurut versi Hotel V3-Red) Rp1 juta per meter perseginya. Tak pelak, perselisihan dengan warga Tambak Bayan, hingga kini belum usai.

Selain hotel V3, sekitar tiga bulan lalu Setiadji Yudho kembali membangun hotel di Jl Diponegoro nomor 23 Surabaya, bernama Hotel Oval. Hotel ini menyediakan 176 kamar dengan pilihan kamar mulai standard, deluxe hingga suite. Untuk tarif, hotel ini agaknya menjadi hotel yang paling mahal. Sebab, tarif paling murah adalah Rp 500.000 semalam, kemudian ada Rp 600.000 semalam dan paling mahal Rp 850.000 semalam. Sumber: http://www.surabayamandiri.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar